Berkunjung ke Situs Komplek Candi Dieng

Komplek Candi Arjuna Dieng.  Di tempat yang berada di Jantung kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng inilah bukti sejarah berusia ratusan tahun ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Dieng sebagai sebuah koloni pedesaan sekaligus sebagai bagian budaya yang mempengaruhi adat istiadat penduduknya .

Komplek Candi Arjuna merupakan candi peninggalan budaya kerajaan jawa pada era abad ketujuh yang masih tersisa di dataran tinggi Dieng.

Komplek candi arjuna dieng via @sntanjo
Komplek candi arjuna dieng via @sntanjo

Berkunjung ke Kompleks Candi Arjuna yang terletak pada ketinggian sekira 2. 093 m dpl ini , akan memberi pengalaman tersendiri yang menyenangkan bagi para wisatawan.

Komplek Candi Arjuna sebagai Candi Hindu Tertua di Pulau Jawa

Di bangun pada 809 M, Kompleks Candi Arjuna adalah candi hindu tertua di Pulau Jawa serta tempat pemujaan Dewa Siwa. Hal semacam ini didasarkan kehadiran Lingga serta Yoni didalam candi paling utama. Diluar itu, diketemukan juga sebagian arca, seperti Dewi Durga, Ganesha, serta Agastya yang saat ini tersimpan di Museum Kailasa.

Kompleks Candi Arjuna terbagi dalam 5 candi yakni, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Sembadra, Candi Srikandi, serta Candi Puntadewa. Dengan cara arsitektur, Candi Arjuna serupa dengan candi di India selatan serta disangka memperoleh dampak dari budaya India. Candi2 yang terbuat dari batuan andesit itu tak mempunyai banyak relief pada dindingnya. Cuma ada relief ketiga Dewa Trimurti yakni Siwa, Wisnu, serta Brahma yang dipahatkan di Candi Srikandi serta bukannya di candi paling utama.

Kompleks Candi Arjuna ini diketemukan pertama kali th. 1814 oleh seseorang tentara Inggris, yakni van Kinsbergen. Waktu diketemukan, candi-candi itu terendam air rawa-rawa, tidak sama dari umumnya candi lain yang umumnya terendam tanah. Sistem pengeringan air rawa baru diawali kian lebih 40 th. lalu. Rumput hijau seperti karpet terlihat tumbuh subur di pelataran candi, membingkai kerikil yang penuhi pelataran paling dekat dengan candi.

Menikmati keindahan Candi Arjuna di Malam Hari

Umumnya wisatawan datang ke Komplek Candi Arjuna di Dieng pada pagi hingga sore hari. Bagi kamu yang anti mainstream, cobalah datang saat malam hari.

Candi Dieng oleh @novemlawalata
Candi Dieng oleh @novemlawalata

Keindahan Candi Arjuna tidak hanya tampak pada pagi atau sore hari saja, tapi juga saat malam hari.

Walau Komplek Candi Arjuna memiliki waktu operasional dari pukul 08.00-17.00 WIB setiap harinya, toh wisatawan diperbolehkan untuk berkunjung ke komplek candi bahkan pada malam hari sekali pun.

Namun berhubung datang pada malam hari atau lewat dari jam operasional, traveler tentu tidak akan menemukan orang yang berjaga di bagian ticketing. Jadi langsung masuk saja ke area candi.

candi arjuna di malam hari by @novemlawalata
candi arjuna di malam hari by @novemlawalata

Di malam hari, suasana di komplek candi pun boleh dibilang begitu tenang dan sunyi. Sesekali terdengar bunyi jangkrik dan angin sepoi yang membuat badan menggigil.

Para pengunjung tidak usah takut, karena sudah ada sejumlah penerangan di area candi. Selain menerangi jalan dan candi, lampu yang ada juga berfungsi sebagai ‘lighting’ gratis bagi traveler yang ingin mengabadikan keindahan candi. Hasilnya pun boleh dibilang dramatis.

Datang ke Komplek Candi Arjuna pada malam hari juga bisa menjadi pilihan untuk menghindari keramaian di pagi dan siang hari. Bukan tanpa alasan, sehari-hari Komplek Candi Arjuna bisa dikunjungi hingga 500 wisatawan. Harga tiket masuk ke komplek candi adalah Rp 15 ribu/pax untuk turis lokal dan Rp 30 ribu/pax untuk turis asing.

Jadi apabila kamu menginginkan suasana Candi Arjuna yang sedikit berbeda dari biasanya, datang saja saat malam hari. Kalau tidak berani sendiri, jangan lupa ajak teman. Buktikan sendiri indahnya!

Foto Galery Komplek Candi Arjuna Dieng